Polda NTT Hadir untuk Warga Terdampak Gempa Sikka, Gelar Terapi USEFT
SIKKA, NTT — Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) menunjukkan kepedulian dan respons cepat terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam gempa bumi di wilayah Kabupaten Sikka. Salah satu bentuk kepedulian tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan terapi USEFT (Ultimate the Source Body, Mind, Soul Emotional Freedom Technique) atau Ultimate SBMS Emotional Freedom Technique, yang ditujukan untuk membantu masyarakat memulihkan kondisi emosional pascabencana, Senin (17/8/26) pagi.
Kegiatan terapi tersebut dipimpin oleh Kasubbagsipol Biro SDM Polda NTT Kompol Prasetyo Dwy Laksono, S.Psi., bersama tim dari Rumah Bahagia Polda NTT. Tim hadir untuk memberikan pendampingan psikologis dan dukungan emosional kepada masyarakat yang mengalami dampak psikologis akibat peristiwa gempa bumi.
Bencana alam tidak hanya menimbulkan kerusakan secara fisik, tetapi juga dapat meninggalkan tekanan, kecemasan, ketakutan, maupun trauma bagi masyarakat yang mengalaminya. Karena itu, kehadiran personel Polri di tengah masyarakat tidak semata-mata dalam bentuk pengamanan dan bantuan tanggap darurat, tetapi juga melalui pendekatan humanis yang menyentuh aspek mental dan emosional.
Melalui terapi USEFT, masyarakat diajak untuk mendapatkan ruang pemulihan dengan pendekatan yang menitikberatkan pada keseimbangan tubuh, pikiran, jiwa, dan kondisi emosional. Kegiatan berlangsung dengan suasana yang humanis, penuh perhatian, serta mengedepankan komunikasi dan pendampingan kepada warga terdampak.
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui PLH. Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Sajimin, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kehadiran Polri harus dapat dirasakan masyarakat, terutama ketika mereka sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana.
“Polda NTT hadir bukan hanya untuk memberikan rasa aman, tetapi juga untuk memberikan dukungan dan pendampingan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Kami memahami bahwa gempa bumi dapat meninggalkan rasa takut, cemas dan tekanan emosional. Karena itu, melalui kegiatan terapi USEFT bersama Rumah Bahagia Polda NTT, kami berupaya membantu masyarakat agar dapat kembali menemukan ketenangan dan semangat untuk bangkit.”
Lebih lanjut disampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polda NTT untuk terus mengedepankan pendekatan Polri yang humanis, responsif dan hadir di tengah masyarakat.
“Kami berharap masyarakat Sikka tidak merasa sendiri dalam menghadapi situasi ini. Polri bersama seluruh unsur terkait akan terus berupaya memberikan dukungan sesuai kebutuhan masyarakat. Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama membangun kembali semangat, ketenangan dan optimisme warga pascabencana,” ujar Kombes Pol Sajimin menyampaikan pesan Kapolda NTT.
Sementara itu, Kompol Prasetyo Dwy Laksono, S.Psi. bersama tim Rumah Bahagia Polda NTT memberikan pendampingan secara langsung kepada masyarakat melalui rangkaian kegiatan terapi dan interaksi yang dirancang untuk membantu warga menghadapi beban emosional pascabencana.
Kehadiran tim Polda NTT di Kabupaten Sikka tersebut sekaligus menjadi wujud nyata bahwa pelayanan kepolisian tidak berhenti pada aspek keamanan dan ketertiban masyarakat. Dalam kondisi bencana, Polri turut mengambil peran dalam membantu proses pemulihan masyarakat secara menyeluruh, termasuk memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis dan emosional warga.
Melalui kegiatan ini, Polda NTT berharap masyarakat terdampak gempa dapat memperoleh dukungan, kembali merasa lebih tenang, serta memiliki kekuatan dan optimisme untuk menjalani kehidupan setelah bencana.
Polda NTT terus berkomitmen untuk hadir, peduli dan bergerak bersama masyarakat Nusa Tenggara Timur, khususnya dalam setiap situasi yang membutuhkan kehadiran dan pelayanan Polri.
