Polri, TNI dan Tokoh Masyarakat Bersinergi Evakuasi Korban dan Jaga Kondusivitas Bele–Lewonara
tribratanewsflorestimur.com – Polres Flores Timur, Polda NTT. Personel Polres Flores Timur bersama TNI, pemerintah daerah, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat terus bersinergi melakukan evakuasi korban sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pasca perselisihan antarwarga di wilayah perbatasan Dusun Bele, Desa Waiburak dan Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur. Hingga Sabtu (18/7/2026) pukul 19.30 Wita, situasi di lokasi terpantau aman dan berangsur kondusif.
Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra, S.I.K., melalui Kasi Humas AKP Eliezer A. Kalelado, SH., menjelaskan bahwa setelah proses evakuasi korban dilakukan, personel gabungan tetap disiagakan di titik-titik strategis perbatasan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya perselisihan susulan. Masyarakat di kedua dusun masih berjaga di lingkungan masing-masing sebagai bentuk kewaspadaan, namun kondisi secara umum dapat dikendalikan melalui pengamanan, patroli dialogis, dan deteksi dini yang dilakukan secara berkelanjutan.
"Polres Flores Timur bersama TNI terus mengedepankan langkah-langkah kemanusiaan dan preventif, mulai dari membantu proses evakuasi korban, melaksanakan pengamanan, hingga membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat. Kami mengajak seluruh warga untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, serta bersama-sama menjaga persaudaraan demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," ujar AKP Eliezer A. Kalelado, SH.
Selain pengamanan di lapangan, kepolisian bersama TNI terus memperkuat koordinasi dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah desa, serta berbagai unsur terkait sebagai bagian dari upaya pemulihan situasi. Patroli rutin, monitoring wilayah, dan penggalangan terhadap seluruh elemen masyarakat juga terus ditingkatkan agar stabilitas keamanan tetap terjaga dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Berdasarkan data sementara, peristiwa perselisihan antarwarga tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, lima orang mengalami luka ringan, serta 20 unit rumah terbakar. Pendataan masih terus dilakukan sesuai perkembangan situasi di lapangan. Polres Flores Timur mengimbau seluruh masyarakat agar mempercayakan penanganan situasi kepada aparat keamanan, menghindari tindakan yang dapat memperkeruh keadaan, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban demi terciptanya perdamaian dan kondusivitas di Kabupaten Flores Timur.
