Polda NTT Luncurkan Program Bimlat Turangga Bhayangkara 2026, Siapkan Generasi Muda Jadi Bhayangkara Tangguh
Kupang, NTT – Untuk pertama kalinya, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) meluncurkan program Bimbingan Latihan (Bimlat) Turangga Bhayangkara 2026 bagi putra-putri daerah yang bercita-cita menjadi anggota Polri. Program ini secara resmi dilaunching oleh Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko., S.I.K., M.Si di Aula Rupatama Lantai III Polda NTT, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan launching berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Irwasda Polda NTT Kombes Pol Enriko Sugiharto Silalahi, S.I.K., M.Kn, Karo SDM Polda NTT Kombes Pol Dr. H. Juli Agung Pramono, S.H., S.I.K., M.Hum, para Pejabat Utama Polda NTT, sejumlah Kapolres jajaran, perwakilan orang tua peserta serta puluhan calon peserta Bimlat.
Program Bimlat Turangga Bhayangkara ini diperuntukkan bagi putra-putri calon peserta penerimaan anggota Polri tahun 2026, baik yang masih berstatus siswa SMA/SMK maupun yang telah lulus sekolah. Tercatat sebanyak 141 orang telah mendaftar untuk mengikuti program pembinaan tersebut melalui Polda NTT maupun Polres jajaran.
Dalam sambutannya, Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko menegaskan bahwa proses penerimaan anggota Polri merupakan pintu awal lahirnya Bhayangkara baru yang akan mengabdikan diri kepada masyarakat, bangsa dan negara.
“Penerimaan anggota Polri merupakan gerbang awal lahirnya Bhayangkara baru, generasi muda yang kelak akan berdiri di garis menjaga keamanan, terdepan melindungi masyarakat, dan mengabdi kepada bangsa dan negara,” ungkap Kapolda.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses seleksi Polri dilaksanakan dengan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis) sebagai komitmen Polri untuk memastikan setiap tahapan berjalan jujur dan dapat dipercaya masyarakat.
“Proses seleksi anggota Polri dilaksanakan dengan prinsip BETAH, yaitu bersih, transparan, akuntabel dan humanis. Prinsip ini merupakan komitmen Polri agar setiap tahapan seleksi berjalan jujur, adil, dan dapat dipercaya oleh seluruh masyarakat,” tegasnya.
Kapolda juga menekankan bahwa pencanangan program Bimlat Turangga Bhayangkara merupakan bentuk kepedulian Polri dalam mempersiapkan generasi muda NTT agar lebih siap menghadapi tahapan seleksi.
“Pencanangan program Bimlat Turangga Bhayangkara hari ini merupakan bentuk kepedulian Polri dalam mempersiapkan generasi muda NTT menghadapi seleksi dengan lebih siap, baik secara fisik, mental maupun akademik,” jelasnya.
Menurut Kapolda, Bimlat tersebut tidak hanya fokus pada latihan fisik, namun juga menjadi wadah pembentukan karakter bagi calon anggota Polri.
“Bimlat ini bukan sekadar latihan, tetapi juga wadah untuk menanamkan disiplin, karakter, integritas serta semangat pengabdian. Program ini juga dilengkapi dengan buku panduan seleksi yang menjadi pedoman bagi para calon peserta agar memahami seluruh tahapan seleksi secara jelas dan transparan,” tambahnya.
Program ini juga selaras dengan semangat pembangunan daerah “NTT Penuh Kasih”, yang mengedepankan nilai kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kita tidak hanya mempersiapkan calon anggota Polri, tetapi juga menumbuhkan kecintaan generasi muda dan masyarakat terhadap Polri, sehingga ke depan Polri semakin dekat, dipercaya dan menjadi kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Kapolda NTT secara resmi meluncurkan program tersebut dengan harapan dapat melahirkan Bhayangkara-Bhayangkara masa depan dari NTT.
“Dengan memohon rahmat Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini Program Bimbingan Latihan Turangga Bhayangkara dan buku panduan seleksi secara resmi saya nyatakan diluncurkan. Semoga langkah kecil hari ini menjadi lahirnya Bhayangkara-Bhayangkara masa depan. Karena kami percaya, dari Timur akan terus menguatkan Indonesia, dan dari Nusa Tenggara Timur akan lahir Bhayangkara tangguh yang mengabdi untuk negeri,” tegas Kapolda.
Sementara itu, Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah strategis Polda NTT untuk memberikan pembinaan yang terarah kepada calon peserta seleksi Polri dari wilayah NTT.
Menurutnya, melalui Bimlat Turangga Bhayangkara, para peserta akan mendapatkan pembinaan menyeluruh mulai dari kesiapan fisik, mental hingga pemahaman akademik terkait tahapan seleksi Polri.
“Program ini merupakan bentuk komitmen Bapak Kapolda NTT dalam mempersiapkan generasi muda NTT agar memiliki kesiapan yang lebih baik dalam mengikuti proses seleksi anggota Polri. Dengan pembinaan yang terarah, diharapkan akan lahir calon-calon anggota Polri yang berkualitas, berintegritas dan mampu mengharumkan nama NTT di tingkat nasional,” jelas Kombes Pol Henry Novika Chandra.
Kabidhumas juga menambahkan bahwa peran Karo SDM Polda NTT Kombes Pol Dr. H. Juli Agung Pramono sangat penting dalam menyusun sistem pembinaan dan materi Bimlat agar selaras dengan standar seleksi Polri.
“Bapak Karo SDM Polda NTT telah menyiapkan konsep pembinaan yang komprehensif melalui program Bimlat Turangga Bhayangkara ini, sehingga para peserta dapat memahami seluruh tahapan seleksi secara baik dan mempersiapkan diri secara maksimal,” tambahnya.
Dengan adanya program ini, Polda NTT berharap semakin banyak putra-putri daerah yang mampu bersaing secara sehat dan berhasil menjadi anggota Polri, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Polri dari wilayah timur Indonesia.
