Polda NTT Penuh Kasih: Rajut Harmoni Kultural di Keuskupan Larantuka demi Kondusifitas Flotim
LARANTUKA – Semangat kekeluargaan dan kasih sayang menyelimuti pertemuan hangat antara jajaran Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) dengan tokoh agama di ujung timur Pulau Flores. Kapolda NTT, didampingi Ibu Ketua Bhayangkari Daerah NTT, Pejabat Utama (PJU) Polda, serta Kapolres Flores Timur, melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Istana Keuskupan Larantuka dengan membawa misi Polda NTT Penuh Kasih.
Kunjungan ini merupakan langkah strategis berbasis pendekatan kultural dan sentuhan hati. Kedatangan Kapolda dan rombongan disambut dengan tangan terbuka dan kehangatan oleh Bapak Uskup Larantuka, mencerminkan kuatnya sinergitas antara aparat penegak hukum dan pemimpin umat di Tanah Nagi.
Sentuhan Kasih dalam Meredam Konflik Horisontal
Dalam dialog yang berlangsung akrab, isu-isu sosial dan potensi konflik horisontal di wilayah Flores Timur menjadi bahasan utama. Melalui semangat "Polda NTT Penuh Kasih", ditekankan bahwa penyelesaian masalah masyarakat tidak hanya melalui jalur hukum formal, tetapi melalui pendekatan humanis yang menyentuh akar rumput.
"Keamanan adalah buah dari persaudaraan. Dengan kasih dan dialog, kita menyatukan hati untuk memastikan Flores Timur tetap menjadi rumah yang aman, nyaman, dan damai bagi kita semua."
Poin Utama Penguatan Kondusifitas:
Pelayanan Penuh Kasih: Menempatkan Polri sebagai pengayom yang merangkul masyarakat dengan empati dalam setiap penyelesaian konflik.
Sinergi Kultural-Religius: Mempererat hubungan Polri dan Gereja sebagai dua tiang penyangga kedamaian di Flores Timur.
Mitigasi Isu Sosial: Mengutamakan musyawarah dan kearifan lokal dalam memadamkan api konflik horisontal agar tidak meluas.

Menjunjung Tinggi Nilai Kultural
Masyarakat Flores Timur memiliki fondasi adat yang sangat kuat. Melalui kunjungan ini, Polda NTT menunjukkan penghormatan terhadap tatanan kultural tersebut. Harapannya, pesan-pesan kondusifitas yang disampaikan dengan kasih ini dapat terserap hingga ke pelosok desa.
Langkah humanis ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat adalah untuk membawa kesejukan. Dengan kolaborasi yang harmonis antara Polda NTT dan Keuskupan, diyakini situasi di Flores Timur akan tetap kondusif, stabil, dan penuh dengan semangat persaudaraan sejati.
